Hari ini interaksi pertama PPAB MTI 2012. Jam 7.30 kami
dibariskan di depan GSG. Jumlah kehadiran minimal yang telah kami sepakati
dalam kontrak belajar adalah 97% atau 161 orang, namun pada hari ini jumlah
anggota yang datang hanya 154 orang. Karena jumlah kehadiran tidak memenuhi
kontrak belajar, kami pun mendpat teguran dari panitia.
Lalu panitia mengecek kelengkapan spek kami. Dan ternyata
banyak dari kami yang belum membawa spek dengan lengkap. Sehingga sekitar 56
orang teman saya yang salah/tidak membawa spek harus dihukum.
Selain itu, panitia juga mengecek kelengkapan tugas angkatan
yang telah diberikan saat pra-interaksi. Setiap PJ ditanyai proses pengerjaan
tugas-tugas itu dan ditanya sejauh mana keterlibatan seluruh angkatan dalam
pengerjaan tugas tersebut.
Tugas angkatan kami masih memiliki kekurangan dan kesalahan
dimana-mana. Pada tugas metode pemulangan, terjadi miskomunikasi antara PJ dan
pihak yang membantu membuat metode itu. Selain itu, metode pemuangan yang telah
terbentuk pun belum disosialisasikan pada seluruh angkatan, sehingga tidak
semua orang mengerti mengenai metode pemulangan tersebut. Pada tugas tanda
pengenal, ternyata ada empat orang dri angkatan kami yang belum mendapatkan
tanda pengenal itu. Lalu pada tugas nametag, tali kur yang kami pasangkan
salah, sehingga pemasangan tali harus diulang/diperbaiki. Selanjutnya pada
tugas buku angkatan, banyak dari anggota angkatan yang belum memenuhi
persyaratan minimal, yaitu harus terdpat minimal 20 biodata teman sebelum
interaksi pertama. Bahkan banyak dari kami yang belum mengisi sama sekali. Karena
kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan itulah panitia menuntut solusi
dari kami agar kelak pada interaksi selanjutnya tidak ada lagi kesalahan.
Setelh itu, kami dimobilisasi ke ruang PTI. Disana kami
mendapat seminar yang berjudul ‘A Purpose Driven Life’. Seminar ini diiisi oleh
Kak Rihan, alumnus Elektro angkatan 2004. Dalam seminar itu beliau bercerita
tentang arti pentingnya tujuan dalam hidup ini. Beliau mengatakan bahwa dalam hidup
ini kita harus memiliki tujuan, memiliki visi dan misi. Ada tiga langkah untuk
menentukan visi dan misi dalam hidu ini. Yang pertama adalah ‘Define your value’. Lalu yang kedua
adalah ‘Know your self’ dengan cara
mengetahui passion dan ultimate goal dalam hidupmu. Dan langkah yang terakhir adalah ‘Plan and
Act!’.
Setelah seminar kami dibagi mnjadi 12 grup. Dalam grup kecil
itu kami didampingi oleh dua orang mentor. Disana kami diberi mentoring yang
berkaitan dengan visi dan misi hidup. Ada tig materi utama yang diberikan oleh
para mentor. Yang pertama adalah pentingnya penerapan SMART-C dalam penyusunan
visi. SMART-C adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achieveable,
Realistic, Timeguide, and Challage. Jadi visi yang kita susun itu harus
memenuhi persyaratan dalam SMART-C.
Lalu materi yang kedua adalah penggunaan strategi TOWS dalam pelaksanaan misi. TOWS adalah singkatan dari Threat, Oportunity, Weakness and Strength. Jadi
dalam strategi ini, kita diharuskan untuk menghubungkan setiap poin dan menentukn
tindakan yang tepat untuk menghadapi ataupun mengantisipasi kemungkinan masalah
yang akan muncul.
Dan materi yang terakhir adalah mengenai timeline misi. Jadi disini kami disuruh
untuk menentuan target waktu tercapainya misi-misi yang kami rencanakan guna
mencapai tujuan akhir yaitu terwujudnya visi yang kita impikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar