Rabu, 01 Agustus 2012

SWOT dan Strategi TWOS


STRENGHT (S)

1.       Tekun
Tekun dalam melakukan segala hal yang saya minati.
2.       Pemaaf
Dapat memaafkan kesalahan orang lain dalam waktu relative cepat.
3.       Rela berkorban
Rela mengorbankan kepentingan sendiri demi kepentinagn bersama.
4.       Loyal
Setia pada satu pihak.
5.       Pengontrol emosi yang baik
Masih dapat berpikir jernih meski dalam keadaan emosi.

WEAKNESS (W)

1.     Malas
2.     Kurang percaya diri
Kurang percaya diri dalam menghadapi lingkungan atau orang-orang baru.
3.     Kurang berkomitmen
Seringkali melanggar ketentun yang telah dibuat sendiri.
4.     Kurang motivasi
Jiwa kompetisi rendah.
5.     Perasa
Selalu menggunakan hati dalam menanggapi komentar atau kritik.
6.     Tidak suka kerumitan
Cenderung cari aman.


OPORTUNITY (O)

1.       Berkuliah di kampus yang sangat bagus, ITB.
2.       Masuk jurusan MRI.
3.       Banyaknya kegiatan kemahasiswaan di kampus.
4.       Memilki kenalan-kenalan yang baik.
5.        Seringkali bertemu dengan orang-orang besar yang telah sangat sukes dan berkompeten di bidangnya.

THREAT (T)

1.       Sering terhambat masalah biaya.
2.       Batasan jam malam dan aktivitas saat libur.
3.       Jarak rumah yang tidak dekat dari kampus.
4.       Keterbatasan sarana teknologi.



STRATEGI
a)     S1 à O1
Belajar dengan sungguh-sungguh serta mengambil pengalaman dan pelajaran sebanyak-banyaknya dari setiap kegiatan yang ada di kampus ini, baik dari kegatan akademik maupun nonakademik.
b)    S1 à O2
Menimba ilmu sebanyak-banyaknya dalam bidang industry sehingga saya memiliki modal yang cukup untuk memasuki dunia kerja nanti.
c)     W4 à O5
Menimba ilmu, kisah-kisah inspiratif serta motivasi dari orang-orang hebat  di ITB yang sudah sukses dan ahli dalam bidangnya masing-masing.
d)      S1 à O3
Menyerap setiap ilmu tentang keorganisasian, dan memperbanyak networking.
e)      W1, W2, W3 à O3
Belajar untuk menghilangkan sifat-sifat buruk saya tersebut, yaitu dengan aktif berorganisasi. Karena dengan berorganisasi kita akan dilatih untuk bisa berkomunikasi dan bertenggung jawa dengan baik. Ini dapat memperbaiki sifat-sifat buruk saya tsb.
f)       S1 à T3
Barusaha untuk meningkatkan motivasi agar rasa malas tidak bisa menganggu niat saya.

Review Interaksi Pertama PPAB MTI 2012


Hari ini interaksi pertama PPAB MTI 2012. Jam 7.30 kami dibariskan di depan GSG. Jumlah kehadiran minimal yang telah kami sepakati dalam kontrak belajar adalah 97% atau 161 orang, namun pada hari ini jumlah anggota yang datang hanya 154 orang. Karena jumlah kehadiran tidak memenuhi kontrak belajar, kami pun mendpat teguran dari panitia.

Lalu panitia mengecek kelengkapan spek kami. Dan ternyata banyak dari kami yang belum membawa spek dengan lengkap. Sehingga sekitar 56 orang teman saya yang salah/tidak membawa spek harus dihukum.
Selain itu, panitia juga mengecek kelengkapan tugas angkatan yang telah diberikan saat pra-interaksi. Setiap PJ ditanyai proses pengerjaan tugas-tugas itu dan ditanya sejauh mana keterlibatan seluruh angkatan dalam pengerjaan tugas tersebut.

Tugas angkatan kami masih memiliki kekurangan dan kesalahan dimana-mana. Pada tugas metode pemulangan, terjadi miskomunikasi antara PJ dan pihak yang membantu membuat metode itu. Selain itu, metode pemuangan yang telah terbentuk pun belum disosialisasikan pada seluruh angkatan, sehingga tidak semua orang mengerti mengenai metode pemulangan tersebut. Pada tugas tanda pengenal, ternyata ada empat orang dri angkatan kami yang belum mendapatkan tanda pengenal itu. Lalu pada tugas nametag, tali kur yang kami pasangkan salah, sehingga pemasangan tali harus diulang/diperbaiki. Selanjutnya pada tugas buku angkatan, banyak dari anggota angkatan yang belum memenuhi persyaratan minimal, yaitu harus terdpat minimal 20 biodata teman sebelum interaksi pertama. Bahkan banyak dari kami yang belum mengisi sama sekali. Karena kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan itulah panitia menuntut solusi dari kami agar kelak pada interaksi selanjutnya tidak ada lagi kesalahan.

Setelh itu, kami dimobilisasi ke ruang PTI. Disana kami mendapat seminar yang berjudul ‘A Purpose Driven Life’. Seminar ini diiisi oleh Kak Rihan, alumnus Elektro angkatan 2004. Dalam seminar itu beliau bercerita tentang arti pentingnya tujuan dalam hidup ini. Beliau mengatakan bahwa dalam hidup ini kita harus memiliki tujuan, memiliki visi dan misi. Ada tiga langkah untuk menentukan visi dan misi dalam hidu ini. Yang pertama adalah ‘Define your value’. Lalu yang kedua adalah ‘Know your self’ dengan cara mengetahui passion dan ultimate goal dalam hidupmu.  Dan langkah yang terakhir adalah ‘Plan and Act!’.

Setelah seminar kami dibagi mnjadi 12 grup. Dalam grup kecil itu kami didampingi oleh dua orang mentor. Disana kami diberi mentoring yang berkaitan dengan visi dan misi hidup. Ada tig materi utama yang diberikan oleh para mentor. Yang pertama adalah pentingnya penerapan SMART-C  dalam penyusunan visi. SMART-C adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Timeguide, and Challage. Jadi visi yang kita susun itu harus memenuhi persyaratan dalam SMART-C.

Lalu materi yang kedua adalah penggunaan strategi TOWS dalam pelaksanaan misi. TOWS adalah singkatan dari Threat, Oportunity, Weakness and Strength. Jadi dalam strategi ini, kita diharuskan untuk menghubungkan setiap poin dan menentukn tindakan yang tepat untuk menghadapi ataupun mengantisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul.

Dan materi yang terakhir adalah mengenai timeline misi. Jadi disini kami disuruh untuk menentuan target waktu tercapainya misi-misi yang kami rencanakan guna mencapai tujuan akhir yaitu terwujudnya visi yang kita impikan.